Bahasa Inggris Itu Curang

/ COMODOS 2 minutes read

Bahasa Inggris itu emang curang. Sadar nggak sadar kita jadi menganggap kalau apapun yang berbahasa Inggris jadi lebih tinggi derajatnya. Semangat lokal kita jadi sedikit pudar.

“Lo harus pake bahasa Inggris, biar bisa go internasional. Apa yang lo buat juga bisa jadi mahal kalau pake bahasa Inggris.”

Ya, belajar bahasa Inggris memang nggak salah. Bahkan harus. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita malah jadi “terjajah”, dan merasa rendah dengan berbahasa Indonesia. Soalnya, udah sering banget bahasa Inggris sengaja dipake untuk hal-hal curang kayak gini:

Terkesan Elit dan Mahal.

Hanya karena bahasa Inggris sesuatu bisa jadi lebih mahal. Contohnya, kopi item, harganya paling Rp2.500, nah kalau udah dinamain Black Coffee pasti harganya jadi sepuluh kali lipat, Rp25.000.

Ice Tea

Air putih aja, kalau ditulisnya jadi mineral water bisa jadi sepuluh ribu sebotol kecil. Padahal di warteg lo bisa minum sampe kembung gratis. Harga ayam goreng sama harga fried chicken juga beda. Padahal kan sama-sama ayam. -_-

Mendongkrak Gengsi

Dalam dunia profesi bahasa Inggris juga nggak kalah curang. Kalau lo nyebut profesi lo dengan bahasa Inggris maka gengsinya bakal lebih gede.

Driver assistant kedengerannya keren kan? Padahal kalau diterjemahin ke bahasa Indonesia? *sudahlah..

Orang-orang yang punya bisnis kecil-kecilan pun sekarang lebih doyan menyebut dirinya sebagai enterpreneur. Padahal bisnisnya cuma jualan cendol. Itu pun jual cendolnya di Kaskus. Orang yang punya warung kopi juga nggak mau kalah. Doi menyebut dirinya “coffee shop owner”.

Yha.. no problem :D

Jadi Lebih Halus dan Romantis

Lo setuju kan kalau kata “bok3r” dan “pup” itu kastanya beda. Bedanya udah kayak alay dan hipster. Padahal artinya mah sama-sama aja. Pengeluaran sisa-sisa biologis.

Nah, udah gitu sekarang banyak banget yang selalu mencoba (baca: maksa) untuk ngupdate status pake bahasa Inggris. Ngakunya sih ngerasa lebih cocok kalau pake bahasa Inggris, padahal mah emang pengen keliatan lebih keren aja tuh.

Hehe

Pokoknya, apa pun yang berbahasa Inggris seolah lebih profesional dan romantis. Nggak peduli bahasa Inggrisnya lo jelek atau nggak. Buktinya, Bad English aja bisa jadi band pop romantis yang mendunia. Ya kan? :p

Marilah kita saling mengoreksi, merefleksikan diri, semoga kita bisa mengambil sisi positifnya.

sigit

@S_Purwadi

I'm the admin, dude!
I’m still writing the bio which feels like the hardest thing I’ve ever written.

Read More