Apa yang Akan Kita Lakukan Setelah Lulus?

/ SCHOOL-LYFE 4 min read

Bingung? Galau? Gelisah gundah gulana?

Tenang.. bukan kamu aja kok yang ngerasain kegalauan itu. Teman-teman yang udah diujung (hampir lulus) pasti sama bingungnya dengan kamu, jiahaha. Tapi jangan bingung terus, ‘move on’ lah dari sekarang, selagi masih bisa dan punya kesempatan.. (y)

Setelah kelulusan nanti pasti ada beberapa siswa/i SMA dan SMK sebut saja si Merah yang melakukan aksi corat coret seragam dengan spidol dan cat spray. Tak cukup sampai disitu, biasanya perayaan kelulusan mereka lanjutkan dengan konvoi sepeda motor yang ujung-ujungnya tawuran dengan siswa sekolah lain. *hadeh, padahal belum tentu yang ikutan konvoi itu si Hitam yang lulus..

Sedangkan bagi siswa/i yang lain, sebut saja si Biru, lulus saja tidak cukup. Kalau hanya lulus, semua orang juga bisa. Namun ada juga masih punya tekad untuk menjadi “an extra ordinary people”, bagaimana caranya? Ya lulus dengan nilai cemerlang. Misalnya standar kelulusan adalah 5,0, kalau hanya untuk lulus cukuplah nilai 5,1. Namun orang yang luar biasa akan berusaha untuk mendapatkan 9,0. Mereka meyakini, apa yang mereka lakukan hari ini akan menentukan nasib mereka 20 tahun yang akan datang.

Beberapa bulan kemudian setelah acara perpisahan, semua siswa termasuk si Merah dan si Biru dipulangkan kembali ke keluarga mereka masing-masing, tidak ada lagi rutinitas memakai seragam, berangkat subuh (*ciee curhat), upacara bendera, telat, bolos-bolosan, utang di kantin (eww..) dsb. Masa-masa itu akan berakhir, kawan.. *duh, sedih…

So, What should we do?

Apa yang akan kita lakukan di rumah setelah itu? Berikut ini beberapa pilihan yang “mungkin” ada dalam list kamu atau kamu berminat melakukannya..

1. Kuliah

Kuliah adalah kondisi paling ideal bagi lulusan SMA/ SMK. Mereka bisa belajar lebih dalam ilmu yang mereka sukai, yang suka sejarah bisa mengambil jurusan sejarah, yang lulusan SMK jurusan bangunan bisa meneruskan kuliah jurusan arsitektur atau teknik sipil.

Saat ini jalur untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah SNMPTN (dulu PMDK) dan SBMPTN (dulu UMPTN). Jika dana menjadi masalah, saat ini telah banyak bea siswa yang ditawarkan oleh pemerintah maupun swasta. Selain beasiswa, ada juga program Bidikmisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jika lolos seleksi BidikMisi, maka pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk biaya hidup dan biaya kuliah.

2. Kerja

Jika keputusan yang diambil adalah bekerja, maka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jelas selangkah lebih maju. Siswa SMK memang dididik agar siap bekerja setelah lulus sekolah. Sedangkan lulusan SMA memang dipersiapkan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu kuliah.

Namun bukan berarti lulusan SMA tidak boleh langsung bekerja. Misalnya Anda sebagai bos, pilih mana antara lulusan SMK yang pas-pasan dan lulusan SMA yang cemerlang? Tentu pilih yang muda dan cemerlang kan?

Kuliah atau kerja??

Kenapa musti bingung dengan yang satu ini? Pilih saja keduanya. Dengan pembagian waktu yang benar, kalian pasti dapat melakukan kedua hal ini dengan baik. Kita mendapatkan penghasilan dan kita tidak mengesampingkan pendidikan.

3. Kursus/Les

Jika semua pelamar kerja sama-sama memiliki nilai 90 untuk tes tertulis, maka keterampilan tambahan akan menjadi nilai tambah yang akan membuat Anda lebih unggul dibandingkan pelamar lainnya. Anda akan menjawab dengan penuh percaya diri pada saat wawancara jika Anda ditanya keterampilan apa saja yang Anda miliki?

“Saya menguasai bahasa Inggris aktif, menguasai Microsoft Office dan programming, dan saya juga bisa menyetir mobil dan sudah memiliki SIM A”

Nah, untuk mendapatkan semua keterampilan itu Anda bisa mengikuti kursus bahasa Inggris, kursus komputer, dan kursus setir mobil.

Kenapa harus kursus? Karena terkadang pelajaran di sekolah belum mampu membuat kita sampai level terampil, oleh karena itu kita harus berusaha lebih keras agar dapat menguasai skill tambahan.

4. Membuka Usaha Sendiri

Ada orang-orang yang memiliki obsesi menjadi seorang pengusaha sejak masih sekolah. Jika Anda mempunyai tekad yang kuat untuk membuka usaha sendiri, maka wujudkanlah. Misalnya jika Anda lulusan SMK jurusan multimedia bisa mendirikan percetakan.

5. Freelance

Jiswa lulus SMK jurusan komputer biasanya sudah menguasai pemrograman, jaringan komputer, serta pembuatan website. Anda bisa menjadi seorang freelancer untuk bidang yang Anda kuasai. Misalnya Anda menawarkan jasa pembuatan website untuk usaha kecil.

6. Married?

NO! NO! NO!

Pernikahan dini bukan tujuan akhir dari perjuangan kamu selama 12 tahun di sekolah kan? So, hapus pilihan ini dari list kamu, karena masih banyak hal lain yang masih bisa kamu lakukan selain ngehabisin masa muda kamu dengan menjadi ibu rumah tangga dini.

7. Nganggur?

Eits.. yang satu ini juga mesti kamu hapus dari list kamu. Apa gunanya waktu 12 tahun yang kita lewati di sekolah, jika yang akan kita lakukan setelah lulus SMA adalah hal ini?

Kalau itu yang akan dilakukan, maka seharusnya kamu tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu dan uang orang tua kamu di sekolah. kamu hanya perlu diam seharian di rumah, bersenang-senang, dan menghabiskan uang kamu untuk hal yang anda inginkan.

Tapi, sudah siapkah kamu dengan masa depan yang gelap? Jika belum, berhentilah melakukan hal itu. Pikirkan hal yang ingin kamu capai dalam hidupmu dan ambil langkah untuk mencapai hal yang anda impikan tersebut.

8. Meraih Mimpi!!

“Jangan mimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh bakalan sakit banget!”

Pernah dengar kalimat ini? Jika ada seseorang yang mengatakan hal ini pada kamu, tutup telinga kamu dan katakan pada mereka,

“Aku gak takut jatuh karena aku tahu aku akan berdiri lagi.”

Jangan takut untuk bermimpi. Bahkan, bermimpilah sesukamu. Dan ketika kamu “bangun”, ambil langkah dan buatlah target yang ingin kamu capai dalam hidupmu. Apalagi diusia kita yang masih muda ini, bermimpi adalah hal menyenangkan yang dapat kita lakukan. :)

sigit

@S_Purwadi

I'm the admin, dude!
I’m still writing the bio which feels like the hardest thing I’ve ever written.

Read More