Mengenal LaTeX

The Academic University

Dalam dunia karya tulis ilmiah, \(\rm\LaTeX\) merupakan primadona. Banyak jurnal-jurnal ilmiah internasional yang mencantumkan syarat, article must be written in \(\rm\LaTeX\) format, artikel wajib ditulis dalam format \(\rm\LaTeX\). Mulai jurnal ilmiah untuk disiplin ilmu alam sampai disiplin ilmu sosial.

Dalam dunia IT, paket Office yang berbasis WYSIWYG (What You See is What You Get) sudah menjadi standar industri dalam penggunaan di dunia akademisi, perkantoran, sekretariat, dan tata usaha. Microsoft Office, iWork, Libre Office dan Open Office adalah beberapa aplikasi standard untuk keperluan itu. Namun, dalam scientific writing, ternyata office WYSIWYG bukanlah satu-satunya opsi dalam menulis artikel ilmiah. Tersedia juga \(\rm\LaTeX\) untuk menunjang keperluan tersebut.

\(\rm\LaTeX\) merupakan aplikasi penulisan dokumen yang berkualitas tinggi. Tidak seperti aplikasi office lain, aplikasi ini memiliki gaya penulisan script yang bersifat WYSIWYM (What You See Is What You Mean), yang mengedit struktur dalam sebuah dokumen untuk sebuah hasil yang dimaksud atau diinginkan.

\(\rm\LaTeX\) menjadi amat powerful ketika kita bekerja menggunakan banyak sekali formula matematika, banyak tabel dan banyak gambar. Sekali kita menulis artikel dengan \(\rm\LaTeX\), maka ketika tulisan yang sama ingin kita ubah menjadi format buku, ini akan mudah sekali dan mengasyikkan. Kita tidak perlu gelisah dengan persoalan bab, sub bab, daftar isi, atau daftar referensi. Kita juga tidak akan dipusingkan dengan penomoran rumus, tabel dan gambar. Pendek kata, \(\rm\LaTeX\) merupakan andalan kalau ingin menulis ilmiah.

Bagi banyak ilmuwan, seringkali penulisan dokumen menggunakan \(\rm\LaTeX\) merupakan keharusan. Tetapi penulisan dokumen menggunakan \(\rm\LaTeX\) seringkali menyebabkan dahi berkerut dibandingkan menggunakan pengolah kata komersil yang sudah ada. Seringkali muncul pertanyaan, kenapa \(\rm\LaTeX\)? Atau, apakah itu \(\rm\LaTeX\)?

Apa itu \(\rm\LaTeX\)?

\(\rm\LaTeX\) 1 adalah sebuah sistem untuk mempersiapkan dokumen (dilafalkan ‘la-te(c)h’, sama seperti saat kita mengeja kata technology), dengan \(\rm\LaTeX\) maka bisa dibuat suatu dokumen yang terbaca. Apakah itu berarti sama dengan pengolah kata komersil, sebutlah Microsoft Word? Atau yang gratis seperti Open Office? Kalau hanya sekedar ‘mengolah kata’, memang hanya itulah kesamaannya.

Kenapa namanya \(\rm\LaTeX\)?

Etimologi \(\rm\LaTeX\) dimulai ketika Donald Knuth menciptakan TeX, sekitar tahun 1978, dari tiga huruf besar Yunani, Tau, Epsilon dan Chi, yang dalam bahasa inggris menjadi akar kata dari “technical” dan “technique”, ketika kemudian Leslie Lamport mengembangkan supaya TeX bisa lebih dipergunakan secara lebih sederhana, maka diperkenalkan \(\rm\LaTeX\), mungkin agar bisa disesuaikan dengan namanya?

Ada 10 alasan kenapa \(\rm\LaTeX\) dipilih oleh para ilmuwan:

  1. Keluaran TeX selalu yang terbaik, baik tulisan, gambar, rumus, format, tanpa bergantung pada peralatan tambahan, huruf tambahan. Baik untuk dokumen sederhana maupun dokumen yang rumit. Bayangkan menulis rumus dalam Microsft Words, yang harus bergantung pada Microsoft Equation, bagaimana jika rumusnya rumit-rumit, atau hurufnya besar kecil, sesuatu yang tidak muncul dalam tulisan sehari-hari? \(\rm\LaTeX\) juga menyediakan semua peralatan untuk membuat tabel, cross-references, hyper-links, yang bisa dilakukan dengan mudah. Karena kemudahan dan keunggulan dalam menuliskan rumus-rumus yang ajaib, maka TeX adalah pilihan terbaik untuk dokumen-dokumen ilmiah. Dan itu dilakukan menggunakan penulisan text standar saja.

  2. \(\rm\LaTeX\) dan typesetting, \(\rm\LaTeX\) bisa mengatur simbol untuk variabel, berapa besar dan ruang yang dibutuhkan bagi notasi, superscript dan subscript, dsb. Bagan, flow chart, not balok, atau gambar rangkaian dapat dikerjakan dengan mudah. Bahkan dari penulisan standar bisa digunakan untuk menuliskan karakter-karakter bahasa di seluruh muka Bumi. Dengan demikian setiap dokumen dengan mudah mengikuti standar penulisan yang dibutuhkan, per se, tanpa harus berpusing-pusing mengatur format, setiap kali menulis.

  3. \(\rm\LaTeX\) selalu cepat, karena untuk menulis dalam \(\rm\LaTeX\) bisa saja menggunakan text standard, maka menggunakan notepad pun bisa dilakukan, yang berarti mengirit ruang dan memori komputer.

  4. \(\rm\LaTeX\) selalu stabil, sejak diperkenalkan, dipergunakan oleh jutaan orang, tidak pernah ada keluhan berarti, bahkan banyak yang membantu mengembangkannya. Stabil berarti \(\rm\LaTeX\) itu bekerja, dan akan terus bekerja, karena semakin banyak orang yang mempekerjakannya.

  5. \(\rm\LaTeX\) itu luwes, setiap institusi, setiap jurnal punya gayanya sendiri, dan tidak hanya dalam ‘gaya’ yang ada di luarnya, tetapi juga dalam pengembangan engine-nya; tetapi terlepas semua pilihan yang dipergunakan, inti terdalam \(\rm\LaTeX\) itu selalu tetap sama.

  6. Input yang selalu text. Dengan demikian, maka bekerja bisa dilakukan di komputer model apa saja, sistem operasi apa saja, dan untuk keperluan apa saja, jauh dari hanya sekedar pengolah-kata, tetapi bisa dikembangkan untuk basis data, atau keperluan yang memerlukan sumber daya yang besar, tetapi tidak boros.

  7. Keluaran bisa berupa apa saja, dari sekedar untuk keperluan pencetakan, seperti pdf, ps, atau sekedar menampilkan seperti html, bahkan terbuka untuk pengembangan yang belum terpikirkan sebelumnya.

  8. \(\rm\LaTeX\) itu gratis.

  9. \(\rm\LaTeX\) itu bisa digunakan di mana saja, tanpa memandang sistem operasi, jenis komputer, atau jenis media.

  10. \(\rm\LaTeX\) itu standar. Banyak penerbitan ilmiah dan Jurnal mempergunakan \(\rm\LaTeX\) sebagai standar penyusunan dokumen.

Dibanding pengolah kata standar yang bersifat WYSIWYG, bekerja dalam \(\rm\LaTeX\) lebih seperti membuat pemrograman, karena harus berurusan dengan kode-kode. Kode-kode ini harus di-compile agar memproduksi dokumen. Hal ini tidak berbeda dengan bahasa lain seperti C++ dan Java.

Tetapi \(\rm\LaTeX\) menjadi pilihan komunitas sains internasional karena kualitas yang dihasilkan, gratis, bisa dipergunakan semua jenis komputer, semua sistem operasi, dan bisa dipergukanakan untuk menampilkan hal-hal yang sulit dilakukan oleh pengolah kata standar.

Bagi yang belum pernah bekerja dengan \(\rm\LaTeX\), mungkin bisa dibayangkan seperti menyusun dokumen untuk HTML, tetapi \(\rm\LaTeX\) sendiri jauh lebih dari sekedar itu saja.

Untuk menulis dokumen dengan \(\rm\LaTeX\) ada beberapa aplikasi yang dibutuhkan:

  • Kompiler : TexLive / Miktex (windows)
  • Editor : TexMaker, Kile, TexWork
  • Pemindai PDF : Okular, sumatra pdf, Foxit.

Semua aplikasi yang digunakan untuk menulis \(\rm\LaTeX\) merupakan aplikasi open source yang bebas pakai. Sehingga kita tidak perlu membeli lisensi untuk menggunakanya.

Selain itu, aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat di gunakan di berbagai sistem operasi (cross platform). Sehingga memiliki portabilitas yang tinggi.

Selain itu, \(\rm\LaTeX\) juga mendukung penggunaan template. Template untuk artikel ilmiah, disertasi, bahkan presentasi (beamer) juga tersedia, dan kita hanya melakukan sedikit penyesuaian sebelum di-compile.

Dengan template akan membuat beban kerja dari penulis dapat dikurangi. Mengapa demikian? Karena dengan adanya template, penulis tidak perlu lagi mengatur dokumen yang dibuat. Artinya disain penulisan, bentuk huruf, dan dimensi kertas sudah diatur di template tersebut. Penulis tinggal memasukkan isi dari materi yang ingin ditulis.

Reference Manager \(\rm\LaTeX\)

Nah, bagi yang terbiasa menggunakan aplikasi Office, kemungkinan pernah menggunakan Reference Manager (RefMan) seperti EndNote. Secara default, RefMan untuk \(\rm\LaTeX\) harus di-coding, dan di-compile juga, sama seperti dokumen utama.

BibTex adalah format standard untuk sitasi referensi dalam \(\rm\LaTeX\). Namun, kita tidak perlu khawatir untuk mengatur kode perintah, sebab sudah disediakan RefMan yang dapat membantu pekerjaan kita.

Beberapa RefMan yang umum digunakan untuk aplikasi Office, seperti Mendeley Desktop dan lainnya, dapat mengeksport citation ke dalam format BibTex. RefMan yang digunakan oleh penulis adalah JabRef, yang merupakan program Java, yang multiplatform.

JabRef memiliki fitur automatic citation, yang memungkinkan kita melakukan pencarian otomatis terhadap sitasi di database PubMed/Medline. Sehingga, sitasi dapat secara otomatis disimpan dalam format BibTex. Rasanya, dengan banyaknya opsi untuk RefMan, seharusnya sitasi dapat diatur dengan mudah, sesuai dengan selera kita.

Contoh penulisan rumus matematika dengan \(\rm\LaTeX\)

Nah, di poin inilah keunggulan \(\rm\LaTeX\) terlihat nyata dibandingkan aplikasi Office. Walaupun aplikasi Office juga memiliki Equation Editor, banyak yang berpendapat bahwa bagaimanapun \(\rm\LaTeX\) lebih superior untuk menangani rumus matematika.

Namun terlepas perdebatan mengenai superioritas masing-masing package, harus ditekankan bahwa Office dan \(\rm\LaTeX\) tidak seyogyanya dibandingkan secara apple to apple.

Dalam bidang studi yang tidak memerlukan banyak penggunaan rumus matematika, mungkin aplikasi Office sudah cukup untuk membantu. Sementara, jika bidang studi kita bersinggungan dengan sains dan teknologi, terutama hard core computation, Fisika dan Matematika Teoritis, rasanya \(\rm\LaTeX\) yang dapat lebih banyak berperan di sini.

Lalu bagaimana membuat rumus dalam \(\rm\LaTeX\)? Caranya tidak lebih sama dengan yang disebut di atas, yaitu menggunakan tag dan simbol yang kemudian di-compile. Namun, apakah sukar menulis rumus di \(\rm\LaTeX\)? Ternyata tidak demikian, karena front end GUI juga tersedia untuk penulisan rumus matematika.

Di MacOSX, untuk keperluan itu, tersedia LaTeXiT. Bahkan wikipedia menyediakan daftar lengkap mengenai rumus matematika \(\rm\LaTeX\) yang umum digunakan di sini. Tutorial dan Template rumus juga sangat banyak tersedia di web.

The Lorenz Equations

\begin{aligned}
\dot{x} & = \sigma(y-x) \\
\dot{y} & = \rho x - y - xz \\
\dot{z} & = -\beta z + xy
\end{aligned}

kode di atas jika diterjemahkan maka akan menjadi

\[\begin{aligned} \dot{x} & = \sigma(y-x) \\ \dot{y} & = \rho x - y - xz \\ \dot{z} & = -\beta z + xy \end{aligned}\]

The Cauchy-Schwarz Inequality

\left( \sum_{k=1}^n a_k b_k \right)^{\!\!2} \leq
 \left( \sum_{k=1}^n a_k^2 \right) \left( \sum_{k=1}^n b_k^2 \right)

menjadi

\[\left( \sum_{k=1}^n a_k b_k \right)^{\!\!2} \leq \left( \sum_{k=1}^n a_k^2 \right) \left( \sum_{k=1}^n b_k^2 \right)\]

A Cross Product Formula

  \mathbf{V}_1 \times \mathbf{V}_2 =
   \begin{vmatrix}
    \mathbf{i} & \mathbf{j} & \mathbf{k} \\
    \frac{\partial X}{\partial u} & \frac{\partial Y}{\partial u} & 0 \\
    \frac{\partial X}{\partial v} & \frac{\partial Y}{\partial v} & 0 \\
   \end{vmatrix}
\[\mathbf{V}_1 \times \mathbf{V}_2 = \begin{vmatrix} \mathbf{i} & \mathbf{j} & \mathbf{k} \\ \frac{\partial X}{\partial u} & \frac{\partial Y}{\partial u} & 0 \\ \frac{\partial X}{\partial v} & \frac{\partial Y}{\partial v} & 0 \\ \end{vmatrix}\]

The probability of getting (k) heads when flipping (n) coins is:

P(E) = {n \choose k} p^k (1-p)^{ n-k} 
\[P(E) = {n \choose k} p^k (1-p)^{ n-k}\]

Isotop

{^{14}_{7}N}
\[{^{14}_{7}N}\]

Persamaan Kimia

{SO4^2- + Ba^2+ -> BaSO4}
\[{SO4^2- + Ba^2+ -> BaSO4}\]

\(\rm\LaTeX\) Bukan untuk Menggusur Office

Sebenarnya, Office dan \(\rm\LaTeX\) tidak bersaing dalam pasar yang sama. Kedua package tersebut memiliki niche sendiri, walau tentu saja, Office memiliki niche yang jauh lebih besar.

Submission artikel ke jurnal ilmiah umumnya juga diberikan opsi dalam format PDF. Tentu saja hal ini sangat welcome jika di-compile dengan \(\rm\LaTeX\), selama kita juga menyediakan source code dan file gambar kepada penerbit.

Selain submission ke jurnal ilmiah, menulis skripsi/tesis/disertasi juga merupakan hal yang lumrah dilakukan dengan \(\rm\LaTeX\).

Penulis sendiri pernah menulis tugas akhir dan publikasi ilmiah dengan Office dan \(\rm\LaTeX\), dan menemukan bahwa kedua package tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Namun selama skill programming bukan masalah, \(\rm\LaTeX\) juga dapat dinikmati kemudahannya, seperti juga Office. Walaupun demikian, tidak ada masalah mana yang user lebih sukai.

Dalam konteks akademis, pemilihan penggunaan Office dan \(\rm\LaTeX\) adalah murni adalah kebijakan dari Peer Group riset yang bersangkutan. Oleh karena itu, hal ini bisa berbeda antara satu institusi, dengan yang lain, dan tidak bisa digeneralisir.

Sementara itu, di dunia bisnis/korporasi, tentu saja paket Microsoft Office merupakan standard de facto untuk aplikasi produktifitas.

Adapun jika pada akhirnya terpaksa juga Office dan \(\rm\LaTeX\) dibandingkan secara apple to apple, user akan untung juga. Aplikasi Office, seperti Libre, Neo dan Open Office, adalah aplikasi Open Source, sementara jelas \(\rm\LaTeX\) adalah Open Source.

Pada akhirnya, ‘benchmarking’ antara \(\rm\LaTeX\) dan Office, jika diletakkan dalam kacamata Open Source, selalu akan menguntungkan komunitas yang menggunakannya.