Hal-Hal yang (Sebenarnya) Tidak Penting Ketika Sekolah

Kita dididik selama 12 tahun untuk mengerjakan hal yang sama, namun hasilnya?

Halloo, wahai jiwa-jiwa yang masih diikat oleh bel istirahat…

Apa kabar buku dan pensil kalian? Apa kabar keadaan kelas kalian? Bagaimana kabar tentang para pencinta teman sekelas, tapi sampe sekarang masih takut buat nyatain perasaan??

Itu 3 nomor yang tadi ntar dicatat yah, minggu depan dikumpul. Khusus untuk pertanyaan terakhir bisa dikumpul ntar kalo udah lulus sekolah. :D

Menurut gue, selama kita sekolah kurang lebih 12 tahun, banyak sekali hal-hal yang sebenarnya tidak penting yang diajarkan ketika kita sekolah. Kita dididik selama 12 tahun untuk mengerjakan hal yang sama, tapi hasilnya?

Hanya sedikit orang yang bisa mengambil hikmah dari masa sekolah dulu, sisanya? Tau entah ilmunya kabur kemana… Langsung saja kita ke beberapa hal-hal yang sebenarnya tidak penting yang diajarkan ketika sekolah.

1. Cabut Rumput

Sumber

Kegiatan kayak gini biasanya sih dilakuin di pagi hari ketika hari Jum’at. Hukuman cabut rumput ini biasa juga berlaku bagi mereka yang suka terlambat. Kita biasanya dipaksa disuruh untuk mencabut rumput-rumput yang sudah tumbuh kayak bulu ketek bulu idung rambut kaki sapu ijuk.

Entah apa makna dari semua ini, tapi dari kabar yang gue dengar, katanya kegiatan ini diadakan agar kita belajar mencintai lingkungan dan menghargai alam. PRET!

Kalo kita didik selama 12 tahun untuk mencintai lingkungan dan menghargai alam, kenapa masih banyak dari kita yang hobi membuang sampah di laut? Kenapa masih banyak dari kita yang suka menebang pohon sembarangan? Atau jangan-jangan, faktor terbesar ‘penggundulan’ hutan secara ilegal mungkin karena kita sering mengikuti kegiatan cabut rumput yang diadakan tiap hari jumat pagi, makanya banyak dari kita yang sudah memvonis bahwa semua tumbuhan yang berwarna hijau itu adalah rumput, maka dari itu semua pohon “dicabut” secara ilegal demi mencintai lingkungan dan menghargai alam.

2. Ujian Bahasa Indonesia

Sumber

Pernah belajar mata pelajaran bahasa Indonesia kan? Menurut gue, ini pelajaran yang amat sangat penting bagi kita. Masa iya kita tinggal di Indonesia tapi kita sendiri nggak ngerti bahasa Indonesia? Ini kan lucu namanya…

Terlepas dari itu semua, menurut gue ada hal yang nggak penting yang diajarkan disini. Pernah ikut ujian bahasa Indonesia kan? Pernah gak ketemu soal ujian bahasa Indonesia yang soalnya cuman 1 atau 2 lembar? Pasti gak bakalan ketemu! Kalo pun ketemu, itu berarti soal-soal yang dibuat untuk mereka yang belum akil baligh…

Nah sekarang pertanyaannya adalah, “Apa sih manfaatnya bikin soal sebanyak itu?”. Bikin soal sebanyak itu cuman bikin waktu dan tenaga kita terbuang sia-sia saja, ujung-ujungnya cuman buat bikin ngantuk ketika ujian dan nggak bakalan ada manfaatnya. Mau bukti? Tuh, liat di sosial media sana, masih banyak orang-orang yang belum bisa menulis status dengan baik dan benar. Mereka hobi menggabungkan huruf dengan angka. Mungkin selama sekolah, mereka ini hobi dengan pelajaran matematika, kimia atau fisika. mungkin?? iya.. tidak, bisa jadi..

Kedepannya sih gue harap lembar-lembar soal untuk ujian bahasa indonesia nggak setebal kikil kulit sapi buku telepon…

Buat para guru yang bingung mau nyusun soal, nih gue kasih tips supaya soalnya nggak tebal lagi kayak dulu…

  • Cobalah memberikan soal yang pendek tapi menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
  • Gunakanlah pilihan ganda yang mudah dipahami oleh para siswa. Gue kasih contohnya biar lengkap…

contoh:

  1. Ketika Ipang lapar, ia seharusnya…..

a. Makan d. Update Status

b. Update Status e. Update Status

c. Update Status



  1. Bagaimanakah cara menulis kalimat “Selamat Siang” yang baik dan benar?

a. sElAmAT SiANG d. Selamat Siang

b. s3L4M4T 514176 e. Ceyamat Cyank^^

c. Zelamadh Ziank



Gue yakin ketika semua guru menggunakan soal-soal seperti ini, akan banyak siswa yang nantinya bakalan hebat berbahasa Indonesia dan jauh dari siksaan api neraka. Amiin…

3. Bangun Pagi

Sumber

Kegiatan ini yang sebenarnya paling gue benci ketika sekolah. Kita diwajibkan untuk bangun pagi-pagi dan berangkat ke sekolah. Gue nggak ngerti apa sebenarnya maksud dari “mereka”, sang pembuat peraturan.

Katanya, mereka membangun sistem “bangun dan berangkat ke sekolah pagi-pagi” dengan tujuan untuk melatih sikap kedisiplinan kita. Untuk kesekian kalinya saya bertanya, MANA BUKTINYA??

Bukankah mereka yang sekarang kerjaannya duduk dibawah AC “diatas” sana dulu juga pernah bangun dan berangkat ke sekolah pagi-pagi? Tapi mana kedisiplinan mereka? Ketika rapat malah tidur, datang sering terlambat, kadang juga bolos, dan lebih parahnya lagi, suka nonton maap b**ep ketika sedang kerja. Inikah yang mereka sebut kedisiplinan ? Wah-wah, ternyata parah sekali tingkat kedisiplinan negara kita ini yah.

Ya sudah, segitu dulu kayaknya postingan gue kali ini… Mudah-mudahan 3 dari sekian banyak hal seperti ini dihilangan atau setidaknya sistemnya dirubah. Bosan lama-lama dengan sistem yang nggak bisa menghasilkan manfaat.

Kalo ada lagi yang ingin ngasih tau hal-hal apa lagi yang ingin dihilangkan ketika sekolah lagi karena nggak penting lagi, silahkan komen di box komentar yang ada dibawah..



 You May Also Like: