Yogyakarta Low End Living

Because There's Always a #LowEnd To Everything..

Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Indonesia yang menyandang predikat kota pelajar dan kota budaya. Yogyakarta juga dikenal memiliki biaya hidup yang murah dibanding kota-kota besar lain di Indonesia.

Tolak ukur murahnya biaya hidup di Yogyakarta memang bisa dilihat dari harga makanan. Cukup Rp 8 ribu, pelancong maupun warga lokal bisa makan sampai kenyang. Itu pun sudah ditambah minum es teh manis. Satu bungkus nasi kucing kebanyakan di jual Rp 1500, per bungkus. Segelas teh manis harganya cuma Rp 2500.

Murahnya biaya hidup di Yogyakarta memang bukan tanpa alasan. Menurut Aktivis Jogja Asat, Dodo Putra Bangsa, murahnya harga makanan termasuk biaya hidup itu karena Yogyakarta bukan merupakan kota industri. Hampir semua lini perekonomian digerakkan dari sektor pariwisata 1.

Biaya Hidup di Jogja Saat Ini

Biaya hidup mahasiswa di Yogyakarta yang murah saat ini telah lama menjadi cerita masa lalu sejak tahun 2012, atau satu tahun menjelang mulai maraknya pembangunan hotel, apartemen, tempat pusat perbelanjaan dan hiburan.

Menurut Ketua Pusat Studi Ekonomi keuangan dan Industri LPPM UPN Veteran Yogyakarta, Ardito Bhinardi dalam paparan “Survei Biaya Hidup Mahasiswa Jogja pada 2012”. Kenaikan biaya hidup mahasiswa Jogja 2012 terjadi di semua jenjang studi. Untuk program Diploma IV Rp1,64 juta. S-1 Rp1,74, dan S-2 Rp2,37 juta 2.

Selain untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal (kost) dan konsumsi, biaya rekreasi dan hiburan juga cukup tinggi. Kenaikan biaya hidup Jogja ini dipicu kenaikan biaya makan, minum dan tempat tinggal. Selain itu juga biaya handphone, transportasi dan kebutuhan pendidikan seperti alat tulis dan buku. Internet juga menjadi variabel utama yang diperlukan mahasiswa Yogyakarta.

Data tersebut adalah hasil survei 4 tahun lalu, saat itu pembangunan Mall, Apartemen dan Hotel belum semarak seperti sekarang. Tentu saja biaya hidup baik itu mahasiswa maupun warga umum Yogyakarta di tahun 2016 lebih tinggi lagi, terutama dipicu oleh kenaikan harga tanah dan property 2.

Yogyakarta Low End Living

Kenaikan biaya hidup saat ini memberikan dampak bagi masyarakat Jogja terutama mahasiswa dan pendatang. Ketika ekspektasi kamu untuk hidup enak dipatahkan oleh besarnya biaya yang harus kamu keluarkan, saatnya untuk menjalani gaya hidup low end!

Yogyakarta Low End Living


Yogyakarta Low End Living terinspirasi dari grup komunitas serupa yang mengedepankan gaya hidup hemat, murah, kreatif, unik, namun tetap asik, menyenangkan, sehat, dan istimewa.

Saling berbagi berbagai macam informasi, rekomendasi, ulasan, tips dan trik tentang kehidupan anak kos di Jogja, resep & makanan hemat, peralatan sehari-hari, tempat tinggal murah, tempat kongko asik, tempat belanja murah meriah, desasin kreatif, DIY, destinasi wisata dan lain-lain seputaran Yogyakarta dan sekitarnya.

Why ‘Low End’? Because sometimes, ‘High End’ is too preposterous and tacky, not to mention tactless. Its not that high end is bad, but if you can get the same result for half the price, why not?

This group is all about sharing tips on low end living, as in doing it cheap while still retaining good taste. The spectrum of interest can be anything that’s low end, ex. low end recipes & food, low end fashion, low end get together, low end hangouts, low end traveling, life hacking, and anything.

Yogyakarta Low End Living



 You May Also Like: